Senin, 16 Oktober 2017





A.   Pengertian Kurikulum
  Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa memahami konsep dasar dari kurikulum.
Setiap orang, kelompok masyarakat, atau bahkan ahli pendidikan dapat mempunyai penafsiran yang berbeda tentang pengertian kurikulum. Berdasarkan studi yang telah dilakukan oleh banyak ahli, dapat disimpulkan bahwa pengertian kurikulum dapat ditinjau dari dua sisi yang berbeda, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru (Oemar Hamalik, 2007).
Selain pengertian diatas berikut juga ada pengertian mengenai kurikulum.
·         Pengertian Kurikulum Berdasarkan Etimologis
Secara etimologis istilah kurikulum yang dalam bahasa Inggris ditulis “curriculum” berasal dari bahasa Yunani yaitu “curir” yang berarti “pelari”, dan “curere” yang berarti “tempat berpacu”. Tidak heran jika dilihat dari arti harfiahnya, istilah kurikulum tersebut pada awalnya digunakan dalam dunia Olah raga, seperti bisa diperhatikan dari arti “pelari dan tempat berpacu”, yang mengingatkan kita pada jenis olah raga Atletik.
·         Pengertian Kurikulum Berdasarkan Istilah
Berawal dari makna “curir” dan “curere” kurikulum berdasarkan istilah diartikan sebagai “Jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memeroleh medali atau penghargaan”. Pengertian tersebut kemudian diadaptasikan ke dalam dunia pendididikan dan diartikan sebagai “Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal hingga akhir program demi memeroleh ijazah”
·         Kurikulum menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003
Menurut UU no. 20 tahun 2003, kurikulum adalah “Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Bab I Pasal 1 ayat 19).
B.   Definisi Kurikulum
1.      Definisi Kurikulum Menurut Murray Print (1993)
·         Kurikulum Sebagai Suatu Program Kegiatan Yang Terencana.
Berdasarkan pandangan komprehensif terhadap setiap kegiatan yang direncanakan untuk dialami seluruh siswa, kurikulum berupaya menggabungkan ruang lingkup, rangkaian, interpretasi, keseimbangan subject matter, teknik mengajar, dal lain-lain yang dapat direncanakan sebelumnya (Saylor, Alexander, dan Lewis, 1986).
·         sebagai Hasil Belajar yang Diharapkan
Kajian ini menekankan perubahan cara pandang kurikulum, dari kurikulum sebagai alat (means) menjadi kurikulum sebagai tujuan atau akhir yang akan dicapai (ends).
·         Kurikulum sebagai Reproduksi Kultural (Cultural Reproduction)
Pengembangan kurikulum semacam ini dimaksudkan untuk meneruskan nilai-nilai kultural kepada generasi penerus, melalui lembaga penerus.
·         Kurikulum sebagai Curere
Pandangan yang menekankan pada bentuk kata kerja kuikulum itu sendiri, yaitu curere. Sebagai pengganti interpretasi dari etimologi arena pacu atau lomba (race course) kurikulum, curere merujuk pada jalannya lomba dan menekankan masing-masing kapasitas individu untuk mengkonseptualisasi otobiografinya sendiri.
Masing-masing individu berusaha menemukan pengertian (meaning) ditengah-tengah berbagai peristiwa terakhir yang dialaminya, kemudian bergerak secara historis ke dalam pengalamannya sendiri di masa lampau untuk memulihkan dan membentuk kembali pengalaman semula (to recover and reconstitute the origins), serta membayangkan dan menciptakan berbagai arah yang saling bergantung dengan subdivisi-subdivisi pendidikan lainnya.
2.    Definisi Kurikulum Menurut Beane, etc (1991)
Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi:
·         Kurikulum sebagai produk
Merupakan hasil perencanaan, pengembangan, dan perekayasaan kurikulum.
·         Kurikulum sebagai program
Secara esensial merupakan kurikulum yang berbentuk program-program pembelajaran secara riil.
·         Kurikulum sebagai hasil belajar yang ingin dicapai oleh para siswa
Mendeskripsikan kurikulum sebagai pengetahuan, keterampilan, perilaku, sikap dan berbagai bentuk pemahaman thd. mata pelajaran.
·         Kurikulum sebagai pengalaman belajar
Menempatkan pengalaman belajar sebagai hal yang sangat penting dalam pembelajaran. 3.
3.    Definisi Kurikulum Menurut John Dewey
John Dewey (1902) sudah sejak lama telah menggunakan istilah kurikulum dan hubungannya dengan anak didik. Dewey menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya adalah proses tunggal dalam bidang pendidikan. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum.
4.    Definisi Kurikulum Menurut Hilda Taba
“A curriculum usually contains a statement of aims and of specific objectives; it indicates some selection and organization of content; it either implies or manifests certain patterns of learning and teaching, whether because the objectives demand them or because the content organization requires them. Finally, it includes a program of evaluation of the outcomes”. Pengertian kurikulum menurut Hilda Taba menekankan pada tujuan suatu statemen, tujuan-tujuan khusus, memilih dan mengorganisir suatu isi, implikasi dalam pola pembelajaran dan adanya evaluasi.
5.      Definisi Kurikulum Menurut Orlosky and Smith
Kurikulum adalah bagian dari program sekolah. Kurikulum berisi apa yang diharapkan pada siswa dalam pembelajaran.
6.      Definisi Kurikulum Menurut Inlow (1966)
Kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.
7.      Definisi Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968)
Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun secara kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
8. Definisi Kurikulum Menurut Beauchamp (1968)
Kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
C.   Fungsi Kurikulum
Menurut Nurgiantoro (1988 : 45-46), bahwa kurikulum mempunyai fungsi tiga hal. Pertama, fungsi kurikulum bagi sekolah terdiri dari alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Kurikulum juga dapat dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatan-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan disekolah. Misalnya, bidang studi, alokasi waktu, pokok bahasan, serta termasukstrategi pembelajarannya.
Kedua, kurikulum dapat mengontrol dan memelihara keseimbangan proses pendidikan. Dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka kurikulum pada tingkat atasnya dapat mengadakan penyesuaian,sehingga tidak terjadi pengulangan kegiatan pengajaran sebelumnya. Fungsi lain kurikulum juga dapat menyiapkan tenaga pengajar, dengan cara mengetahui kurikulum pada tingkat di bawahnya.
Ketiga, kurikulum dimaksud untuk menyiapkan kebutuhan masyarakat atau lapangan kerja, sehingga kurikulum mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu lulusan sekolah paling tidak dapat memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan (vokasional) di satu sisi, dan dipersiapkan untuk melanjutkan ke jenjang sekolah berikutnya (akademis) disisi lain.
D.   Kurikulum Dalam Perspektif
            Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang memiliki kedudukan cukup sentral dalam perkembangan pendidikan, oleh sebab itu dibutuhkan landasan yang kuat dalam pengembangan kurikulum agar pendidikan dapat menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas. Adapun yang menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum:
·         Landasan Filosofis: Filsafat membahas segala permasalahan manusia, termasuk pendidikan, yang disebut filsafat pendidikan. Filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik-praktik pendidikan, sedangkan praktikpraktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan filosofis. Keduanya sangat berkaitan erat. Hal inilah yang menyebabkan landasan filosofis menjadi landasan penting dalam pengembangan kurikulum.
·         Landasan Psikologis: Dalam proses pendidikan yang tejadi adalah proses interaksi antar individu. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena kondisi psikologisnya. Kondisi psikologis sebenarnya merupakan karakter psikofisik seseorang sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku interaksi dengan lingkungannya. Dalam pengembangan kurikulum, minimal ada dua landasan psikologi yang mempengaruhinya, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar.
·         Landasan Sosiologis: Kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Dengan pendidikan diharapkan muncul masyarakat-masyarakat yang tidak asing dengan masyarakat. Dengan pendidikan diharapkan lahir manusiamanusia yang bermutu, mengerti, dan mampu membangun masyarakat.oleh sebab itu tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, kekeyaan dan perkembangan masyarakat.
E.   Komponen Kurikulum
           Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Para ahli berbeda pendapat dalam menetapkan komponen-komponen kurikulum. Ada yang mengemukakan 5 komponen kurikulum dan ada yang mengemukakan hanya 4 komponen kurikulum.
Untuk mengetahui pendapat para ahli mengenai komponen kurikulum berikut Subandiyah (1993: 4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum, yaitu:
·         komponen tujuan
·         komponen isi/materi
·         komponen media (sarana dan prasarana)
·         komponen strategi dan
komponen proses belajar mengajar.
  Sementara Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum, yaitu:
·         Objective (tujuan).
·         Knowledges (isi atau materi).
·         School learning experiences (interaksi belajar mengajar di sekolah) dan.
·         Evaluation (penilaian). Pendapat tersebut diikuti oleh Nasution (1988), Fuaduddin dan Karya (1992), serta Nana Sudjana (1991: 21). Walaupun istilah komponen yang dikemukakan berbeda, namun pada intinya sama yakni: (1) Tujuan; (2) Isi dan struktur kurikulum; (3) Strategi pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar), dan: (4) Evaluasi.
F.    Kaitan Kurikulum Dengan Pembelajaran
           Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, meski berada pada posisi yang berbeda. Saylor menyatakan bahwa kurikulum dan pembelajaran bagaikan Romeo dan Juliet. Artinya, kurikulum tanpa pembelajaran sebagai rencana tidak akan efektif, atau bahkan bias keluar dari tujuan yang telah dirumuskan.
Berikut merupakan gambaran kaitan antara kurikulum dan pembelajaran.
·         Model dualistis, pada model ini, kurikulum dan pembelajaran berdiri sendiri. Kurikulum yang seharusnya memjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran tidak tampak. Begitu juga dengan pembelajaran yang seharusnya dapat dijadikan tolak ukur pencapaian tujuan kurikulum tidak terjadi.
·         Model berkaitan, dalam model ini, kurikulum dengan pembelajaran saling barkaitan. Pada model ini, ada bagian kurikulum yang menjadi bagian dari pembelajaran, begitu juga sebaliknya.
·         Model konsentris, pada model ini, keduanya memiliki hubungan dengan kemungkinan bahwa kurikulum adalah bagian dari pembelajaran atau pembelajaran adalah bagian dari kurikulum.
·         Model siklus, pada model ini, antara kurikulum dan pembelajaran di anggap dua hal yang terpisah namun memiliki hubungan timbal balik. Di satu sisi, kurikulum merupakan rencana tertulis sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran, di sisi lain pembelajaran mempengaruhi pada perancangan kurikulum selanjutnya.

Daftar Pustaka
Ami. 2013. Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli. http://amiie23new.blogspot.co.id/2013/02/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli.html. Diakses pada 28 September 2015.
Dewantara, R. 2010. Pengertian dan Definisi Kurikulum. http://rinosusilodewantara.blogspot.co.id/2010/02/pengertian-dan-definisi-kurikulum-dalam.html. Diakses pada 28 September 2015.
Hamalik, Oemar. 2007. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution, S (2006). Azas-Azas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.
Salahudin Al Ayubi. 2011. Pengertian Kurikulum Menurut Beane dkk. http://oranggenah92.blogspot.co.id/2011/11/pengertian-kurikulum-menurut-bean-dkk.html. Diakses pada 28 September  2015.
Simanjuntak, Juliper. ____. Pengertian, Peranan, dan Fungsi Kurikulum. Makalah.
Subandijah, 1993. Pengembangan Dan Inovasi Kurikulum. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Dra.%20Sumarsih,%20M.Pd./Materi%20Kakubuteks%20Akuntansi.pdf
http://wisnucorner.blogs.uny.ac.id/2015/09/28/resume-konsep-kurikulum/


30 komentar:

  1. Perubahan dan pengembangan kurikulum harus jelas sehingga pelaku pendidikan mempunyai arah dan pedoman dalam pelaksanaannya.

    BalasHapus
  2. Kurikulum merupakan rancangan dari pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang terarah

    BalasHapus
  3. kurikulum merupakan suatu pedoman dalam dunia pendidikan, semakin sempurnyanya kurikulum maka akan semakin baik proses pembelajaran. dengan filosofi tersebut maka kurikulum pada saat ini melakukan pembenahan dan penyempurnaan demi tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa benar sekali, bukan suatu hal yg mudah tuk mengganti kurikulum setiap waktu. Akan lebih baik bila semua pihak yg terlibat dalam k13 membuat proses pembelajaran menjadi lebih baik dan terarah 😊

      Hapus
  4. Dalam sistem kurikulum yang harus diidentifikasi pertama kali adalah kemajuan dan tujuan peserta didik. Kedua mengidentifikasi karakter individu. Kemajuan dan karekteristik individu sangat penting karena masing-masing peserta didik berbeda-beda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bu benar,,
      Karena pada saat kita sudah berhadapan dengan siswa banyak hal yg harus kita persiapkan

      Hapus
  5. Dengan memahami kurikulum kita akan lebih mudah melaksanakan PBM, mulai dari menyusun Rencana,menentukan metode dan strategi yang digunakan dan juga dalam membuat langkah2 pembelajaran termasuk penilaian

    BalasHapus
  6. Benar bu,itu merupakan hal yg harus kita pahami

    BalasHapus
  7. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkwaalitas.

    BalasHapus
  8. Kaitan kurikulum dan pembelajaran hal yang tak terpisahkan dalm penentu tujuan pendidikan.

    BalasHapus
  9. Kurikulum adalah alat dalam pendidikan yang mampu mengarahkan dan memahami potensi siswa serta kelemahan dalam diri nya. Jika telah memahami potensi dan mengetahui kelemahannya maka di harapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan memperbaiki kelemahan nya.

    BalasHapus
  10. kurikulum diibaratkan sebuah kapal yang besar yang siap berlayar kelaut lepas, dan nahkoda dari kapal itu adalah guru yang siap membawa kapal tersebut sampai pada tujuan yang diharpkan.

    BalasHapus
  11. Dalam banyak literatur kurikulum dapat diartikan sebagai jantung pendidikan, jadi dalam pelaksanannya haruslah berpedoman terhadap apa yang sudah terencana dalam kurikulum

    BalasHapus
  12. iya Bu, kurikulum yang sudah di tetapkan menjadi pedoman dan acuan dalam proses pelaksanaan KBM

    BalasHapus
  13. kurikulum bertujuan sebagai arah, pedoman, atau sebagai rambu-rambu dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

    BalasHapus
  14. Dengan kurikulum 2013 kita sebagai pendidik harus memiliki motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan

    BalasHapus
  15. Mantap...artikelny cukup panjang...

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Kurikulum memiliki peranan yang sangat strategis dalam pencapaian tujuan pendidikan.

    BalasHapus
  18. Kuriklm mrupakn alat utk mncapai pndidikn yg dinamis

    BalasHapus
  19. Kurikulum menempatkan posisi yang sangat strategis dalam melaksanakan proses belajar mengajar, oleh karena itu kurikulum sebelum diberlakukan di sekolah hendaknya dianalisis terlebih dahulu dengan memperhatikan potensi sekolah .

    BalasHapus
  20. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran, bahan kajian, dan cara penyampaian serta penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. kurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg dilaksanakan...

    BalasHapus
  23. Tujuan dibuat berdasarkan analisis terhadap berbagai tuntutan, kebutuhan, dan harapan

    BalasHapus
  24. Kurikulum adalah bagian utama dalam pembelajaran tanpa kurikulum guru tidak memiliki panduan untuk melaksanakan pembelajarab

    BalasHapus
  25. Komponen kurikulum sangat penting untuk pembelajaran d sekolah..

    BalasHapus
  26. Dalam pengembangan kurikulum,komponen - komponen yang berada d dalam kurikulum tersebut harus bersinerji dalam mewujud kurikulum yang berdaya dan berhasil guna

    BalasHapus
  27. Apakah ada factor pendukung implementasi kurikulum 2013 pada guru?

    BalasHapus
  28. Kurikulum memegang peranan penting dalam pendidikan,karena kurikulum sebagai penentu arah dan pedoman dengan adanya survei evaluasi kurikulum guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran

    BalasHapus

A.    EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013